Kulafania Citra Nusantara

Minggu, 12 Juni 2022

Manfaat Madu untuk Kesehatan bila dikonsumsi secara rutin



Sebuah temuan yang dipublikasikan dalam Iranian Journal of Basic Medical Sciences tahun 2013 juga menunjukkan bahwa madu telah digunakan oleh manusia sejak 8.000 tahun lalu.  Sampai sekarang, madu masih dipercaya punya banyak manfaat untuk tubuh. Tapi, apa saja manfaat dari madu yang sudah terbukti secara ilmiah? 

1. Energy booster  

Madu merupakan cairan bertekstur kental dengan rasa manis yang diproduksi oleh lebah.  Asal tahu saja, lebah mengumpulkan gula dari nektar bunga. Lebah memanfaatkan madu sebagai cadangan makanan.  Merangkum dari Healthline, satu sendok makan madu mengandung 64 kalori dan 17 gram gula termasuk fruktosa, glukosa, maltosa, dan sukrosa.  Kandungan tersebut membuat madu menjadi sumber energi yang baik. Glukosa dalam madu dapat diserap oleh tubuh dengan cepat dan memberikan dorongan energi langsung.  Sementara itu, fruktosa memberikan energi berkelanjutan karena diserap lebih lambat. Madu juga berperan menjaga kadar gula darah cukup konstan dibandingkan dengan jenis gula lainnya.

2. Mengobati batuk  

Sebuah studi tahun 2012 yang terbit dalam Journal Pediatrics menemukan bahwa konsumsi dua sendok teh madu bisa membantu menyembuhkan batuk yang membandel.  Hal ini diketahui karena sifat anti-mikroba dalam madu yang bisa membunuh bakteri tertentu.  Penelitian lain yang melibatkan 139 anak menemukan bahwa madu dapat meredakan batuk di malam hari dan meningkatkan kualitas tidur dibanding obat batuk anak.  Merangkum dari CNN, penelitian lain di Italia dan Israel juga menunjukkan hasil serupa meski menggunakan jenis madu yang berbeda. Meski begitu, madu tidak boleh diberikan pada anak berusia di bawah satu tahun. Ini karena sistem pencernaan bayi tidak dapat mengatasi kontaminasi dalam madu. 

3. Membantu Penyembuhan Luka dan Luka Bakar 

Pengobatan madu topikal untuk menyembuhkan luka dan luka bakar telah dilakukan sejak zaman Mesir Kuno. Hal ini juga didukung dengan 26 penelitian yang menunjukkan hasil serupa.  Dalam sebuah tinjauan terhadap 26 penelitian tersebut ditemukan, madu paling efektif untuk menyembuhkan luka bakar dan luka parsial yang terinfeksi setelah operasi.  Satu studi melaporkan tingkat keberhasilan 43,3 % dengan madu sebagai perawatan luka. Dalam penelitian lain, madu topikal menyembuhkan 97 % pasien dengan luka diabetik.  Para peneliti percaya, khasiat penyembuhan madu berasal dari sifat antibakteri dan anti-inflamasi serta kemampuannya untuk memelihara jaringan di sekitarnya. 





Kelebihan Madu Klanceng (Trigona) vs Madu Biasa (Melifera)

Dilansir dari SehatQ, madu klanceng punya beberapa perbedaan dengan madu biasa. Selain dari segi harga dan rasanya yang unik, madu klanceng memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan, karena didukung oleh kandungan senyawa dan mineral penting yang lebih lengkap.

Ilustrasi madu ©©2012 Merdeka.com/Shutterstock/marco mayer

Madu klanceng berasal dari lebah bukan penyengat atau tak bersengat. Sedangkan lebah madu atau lebah penyengat yang lebih mudah dijumpai oleh masyarakat dan umum ada berbagai toko. Berikut perbedaan madu klanceng dibandingkan madu lain:

1. Lebih mahal

Harga madu klanceng lebih mahal, karena hasil produksi dari lebahnya sendiri jumlahnya tidak banyak. Sangat cocok untuk ide bisnis, karena lebah trigona terbilang mudah dibudidayakan serta tidak agresif, sehingga risiko kecil untuk mengalami cedera akibat gigitannya.

2. Rasa lebih asam

Kadar keasaman madu klanceng mencapai 3,05-4,55. Teksturnya pun lebih encer daripada madu biasa, karena kadar airnya lebih banyak, berkisar antara 30-35 persen.

1. Lebih mahal

Harga madu klanceng lebih mahal, karena hasil produksi dari lebahnya sendiri jumlahnya tidak banyak. Sangat cocok untuk ide bisnis, karena lebah trigona terbilang mudah dibudidayakan serta tidak agresif, sehingga risiko kecil untuk mengalami cedera akibat gigitannya.

2. Rasa lebih asam

Kadar keasaman madu klanceng mencapai 3,05-4,55. Teksturnya pun lebih encer daripada madu biasa, karena kadar airnya lebih banyak, berkisar antara 30-35 persen.

3. Mengandung bee pollen dan propolis

Lebah klanceng juga menghasilkan bee pollen dan propolis yang lebih tinggi serta lebih tinggi antioksidannya.